RIADHUS SOLIHIN (1) : Niat Ikhlas – Hadith 11, 12

11: Abu Hurairah (Abdurrahman bin Shacher) r.a. berkata,

“Bersabda Nabi s.a.w. “Solat berjemaah pahalanya lebih daripada solat seorang diri, baik di tempat kerja atau di rumah sebanyak dua puluh lima darjat.

Demikianlah jika seseorang telah menyempurnakan wuduk, kemudian dia pergi ke masjid, tiada tujuan lain melainkan untuk bersolat,

tidak melangkah (setiap langkah kakinya menuju tempat solat berjemaah) melainkan diangkat satu darjat dan dihapuskan daripadanya satu dosa, hingga masuk ke dalam masjid.

Apabila telah berada di dalam masjid, maka orang itu dianggap sedang bersolat selama dia masih menantikan solat (selama dia tertahan karena menunggu solat),

dan Malaikat mendoakan seseorang selama ia dalam majlis solatnya,

Malaikat berdoa, “Ya Allah kasihanilah dia, ya Allah ampunilah dia, ya Allah maafkanlah dia. Selama dia tidak mengganggu dan belum berhadas di tempat itu.”

(Bukhari, Muslim).

12: Abdullah bin ‘Abbas r.a. berkata, “Rasulullah s.a.w. bersabda,

“Sesungguhnya Allah mencatat kebaikan dan kejahatan, kemudian menjelaskan keduanya. Maka siapa yang berniat akan berbuat kebaikan kemudian tidak dikerjakannya, Allah mencatat untuknya satu kebaikan (hasanah),

dan jika berniat kebaikan, kemudian dikerjakan, dicatat sepuluh kebaikan (hasanah), mungkin ditambah hingga tujuh ratus kali ganda atau lebih dari itu.

Dan apabila berniat akan membuat kejahatan, tetapi tidak dikerjakan, maka Allah mencatat baginya satu kebaikan (hasanah),

dan jika niat itu dilaksanakan, maka ditulis baginya satu kejahatan.

(Bukhari, Muslim).

Rujukan:
m.s 18- 19.
Advertisements